Sabtu, 19 Februari 2011

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN WEB SCIENCE

Sebelum kita membahas judul diatas.Saya akan jelaskan apa sih Web Science itu?.
Menurut artikel dan buku yang saya baca.
Web Science adalah ilmu pengetahuan untuk membuat dan memanipulasi web dan merupakan kajian sains yang lahir dari system Informasi.Pada Web Science itu sendiri membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi.
Dari pengertian  Web Science diatas sekarang kita lanjut ke lirik selanjutnya.

SEJARAH WEB SCIENCE
Web Science merupakan inovasi baru yang di ciptakan oleh seorang bernama Tim Berners-Lee yang men-support dari berdirinya cabang ilmu ini.Tim Berners-Lee juga seorang penemu World Wide Web. Melihat perkembangan dari gerakan beberapa ilmuwan selama 3 tahun terakhir mengenai Web Science,workshop mereka di awal tahun ini,dan konferensi pertama Web Science di Athena,Yunani Maret 2009 yang dapat dilihat kristalisasinya dalam 3-4 tahun ke depan apakah semantic atau web 3.0 akan melahirkan studi tersendiri atau Web science berhasil mengadopsinya sebagai bagian dari kajian mereka.Web science dipercaya banyak orang seperti pimpinan bisnis,pengusaha dan pembuat polis dari seluruh dunia.
Tujuan ini untuk mendisiplinkan pelatihan untuk belajar web di dunia dan menjelaskan isi dan tantangan itu akan membentuk penggunaan design masa depan.Tidak ada yang seperti web yang pernah ada sebelumnya.Ini adalah keberuntungan yang sangat baik sesuai dengan obligasi. Jika kita memastikan keuntungan web pada manusia,kita harus lakukan yang terbaik dahulu untuk mengerti itu.
Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0.Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa.
Web 1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web browser,setra mendorong pertumbuhan pemanfaatan web sebagai penyedia informasi.Pada tingkat ini Web masih bersifat real only.Pada saat ini,kita berada pada pergerakan dari Web 2.0 kearah Web 3.0.
Perbedaan utama dari setiap generasi
Pada Web 1.0 masih bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke arah read-write,sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan manusia ke manusia, manusia ke mesin, dan mesin ke mesin.
Pada Web 2.0 kegiatan sosial sudah dimulai, dengan semakin popularnya berbagai fasilitas seperti wikipedia, blog, friendster dan sebagainya. Tetapi kendala utama pada Web 2.0 adalah penangan untuk pertukaran data atau interoperabilitas masih sulit.
Web 3.0 mencoba menyempurnakan Web 2.0 dengan memberikan penekanan penelitian pada Semantic Web, Ontology, Web Service, Social Software, Folksonomies dan Peer-to-Peer. Penelitian ini sangat memperhatikan ‘budaya’ sebuah komunitas terhadap kebutuhan akan sebuah data atau informasi.Web 3.0 merupakan rancangan untuk memperkaya Web 2.0,dimana Web 2.0 baru memperhatikan pertukaran data antar manusia sedangkan pada Web 3.0 meliputi pertukaran data antar manusia dengan mesin,mesin dengan mesin dan antar manusia yang telah disempurnakan .

PERKEMBANGAN WEB SCIENCE
 
Teknologi selalu mengalami pergerakan dengan pesat dari waktu ke waktu, salah satunya adalah “Teknologi Web”. Banyak diskusi yang sudah dilakukan untuk membahas segala sesuatu tentang teknologi web dan teknologi yang sedang berkembang atau akan berkembang dalamplatform web.
World Wide Web yang umumnya dikenal sebagai web adalah sebuah sistem hyperlink yang menghubungkan dokumen hypertext di jaringan internet, yang mana untuk mengakses web tersebut diperlukan perangkat lunak yang disebut web browser.
A. Teknologi Web 1.0
Pada awal perkembangan teknologi web, halaman web masih bersifat statis terdiri dari tag-tag HTML sehingga pengunjung hanya dapat melakukan pencarian dan membaca informasi yang ditampilkan oleh halaman web, dan tidak bisa terlalu interaktif dengan web. Pada masa tersebut teknologi web disebut Web 1.0. Ciri-ciri teknologi Web 1.0 adalah consult (membaca informasi), search (melakukan pencarian informasi) and surf (melihat-lihat). Sifat dasar pada Web 1.0 adalah read-only.
Beberapa karakteristik Web 1.0 sebagai berikut :
1.      Halaman statis, tidak bersifat dinamis.
2.      Penggunaan frame-set pada halaman web.
3.      Menggunakan tag dan ekstensi HTML.
4.      Online guestbook.
5.      Penggunaan tombol/banner dalam format GIF, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
B. Teknologi Web 2.0
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, inovasi dalam dunia web semakin hari semakin mengalami perkembangan yang signifikan. Ini dibuktikan dengan adanya Teknologi Web 2.0. Istilah Web 2.0 untuk pertama kali dicetuskan pada tahun 2003 oleh O’Reilly Media, dan dipopulerkan pada konferensi Web 2.0 pertama di tahun 2004. O’Reilly Media (Dale Dougherty) berkolaborasi dengan MediaLive International (Craig Cline) mempopulerkan istilah ini dalam berbagai konferensi sejak 2004. Itulah mengapa istilah ini kemudian terkenal, dan seakan kemudian istilah ini merujuk pada suatu versi baru, atau babak baru di dunia web, namun sebenarnya secara teknis tidak ada pembaharuan yang berarti pada proses teknisnya. Teknologi Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.
Perkembangan Web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Dalam perkembangannya Web 2.0 diaplikasikan sebagai bentuk penyajian halaman web yang bersifat sebagai program desktop, pada umumnya seperti Windows. Fungsi-fungsi pada penerapannya sudah bersifat seperti desktop, seperti drag and drop, auto-complete, serta fungsi lainnya. Aplikasi Web 2.0 disajikan secara penuh dalam suatu web browser tanpa membutuhkan teknologi perangkat yang canggih dari sisi pengguna. Tidak mengherankan bila suatu aplikasi (software) dapat diakses secara online tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu.Software tersebut misalnya software pengolah kata (seperti MS Word) atau software pengolah angka (seperti MS Excel).
Teknologi ke depan suatu software berbasis web tidak lagi dijual melainkan suatu fasilitas gratis yang dapat digunakan setiap waktu. Permasalahan manajemen file juga tidak merepotkan, bahkan file dapat disimpan dan juga dapat di-sharing dengan pengguna lain. Implementasi dari teknologi Web 2.0 dapat dilihat pada aplikasi Spreadsheet pada Google yang merupakan aplikasi untuk operasi mengolah angka seperti MS Excel. Aplikasi ini dapat dilihat pada http://spreadsheets.google.com/ , tentunya aplikasi tersebut membutuhkan suatu akun Google untuk memasukinya.
Suatu Web 2.0 biasanya digunakan sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service).
Menurut Wikipedia, yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 1.0 dan Web 2.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya, sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Karakter lainnya, kolaborasi dan partisipasi pengguna ikut membantu memperkuat perbedaan pada Web 2.0.
Karakteristik Web 2.0 dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Kemudahan berinteraksi antara user dengan sistem merupakan tujuan dibangunnya teknologi Web 2.0. Interaksi tersebut tentunya haruslah diimbangi dengan kecepatan untuk mengakses, oleh karena itu diperlukan suatu bandwith yang cukup untuk loading data. Loading data tersebut dilakukan saat pertama kali membuka web, data-data tersebut antara lain CSS, JavaScript, dan XML. Salah satu karakteristiknya adalah adanya dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana. Adanya kemajuan inovasi pada antar-muka di sisi pengguna merupakan karakter dari Web 2.0. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar web biasa (web dengan teknologi Web 1.0). Kombinasi media komunikasi seperti Instant Messenger (IM) dan Voice over IP (VoIP) akan semakin memperkuat karakter Web 2.0 di dalam sebuah web.
C. Teknologi Web 3.0
Web 3.0 merupakan sebuah proyek pengembangan web semantik. Wikipedia menjelaskan, web semantik merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database. Teknologi inilah yang menjadi kandidatnear future teknologi web atau bahkan sudah mulai diimplementasikan terhitung sejak tahun 2010 ini. Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Prinsip web semantik ini disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF (metadata data model, digunakan sebagai metode umum untuk mendeskripsikan konsep atau memodelkan suatu informasi yang diimplementasikan dalam URI), RDFS (Resources Description Framework Schema : sebuah set standard sederhana dari sumber RDF yang memungkinkan untuk membuat vokabulari RDF sendiri) dan OWL (Web Ontology Language : bahasa pemrograman untuk merepresentasikan konsep-konsep pengetahuan).
Web 3.0 sendiri merupakan sebuah realisasi dari pengembangan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence) untuk menciptakan global meta data yang dapat dimengerti oleh sistem, sehingga sistem dapat mengartikan kembali data tersebut kepada pengunjung dengan baik.
Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.
Dalam era Web 3.0, pengembangan aspek sosial sebuah web mulai dipertimbangkan. Aspek sosial yang dimaksud, terutama adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan sebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakaianya, merupakan sebuah tantangan utama dikembangkannya versi Web 3.0 ini. Walaupun hanya bersifat virtual 3D, namun ternyata banyak yang mengharapkan perkembangan teknologi web ini dapat memenuhi kebutuhan setiap bidang informasi, bahkan setiap orang yang mengunjunginya.
Analogi dalam kehidupan nyata, masyarakat kini ingin diperlakukan seperti seorang pengunjung butik dalam mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan seperti pengunjung supermarket yang dibiarkan mencari dan mendapatkan sendiri barang yang dinginkannya. Pengunjung sebuah web ingin dimengerti kemauannya oleh ‘toko’ penyedia informasi (dalam hal ini website). Inilah yang dimaksud dengan tantangan bagaimana sebuah web dapat mengerti dan membantu pengunjung dalam berinteraksi dengan semua informasi yang ada. Sehingga tak mengherankan jika kemudian ciri dari pengembangan web generasi ketiga ini adalah web yang bersifat ‘nyata’, benar-benar ada interaksi yang terjadi, kemudian dapat memberikan suggestion atau ‘anjuran’ kepada pengunjung dalam mendapatkan informasi yang diharapkannya, dan tentu saja juga tetap bersifat ‘provide’ atau mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan.
Sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan karena teknologi ini secara visual berbasis 3D.
D. Teknologi Web 4.0
Konsep Web 4.0/4.x adalah private secretary dalam bentuk organisme buatan. Setiap hari seseorang pasti mempunyai sebuah rutinitas.  Apapun bentuk rutinitasnya , seluruh rutinitas tersebut bisa diketahui oleh aplikasi komputer/program/tools/device yang kita miliki yang dijalankan secara online. Jadi kemanapun seseorang pergi, dan apapun yang dilakukan semuanya direcord oleh alat-alat tersebut yang nantinya akan digunakan jika ingin mengetahui informasi apa yang dibutuhkan, bahkan teknologi ini bisa mengingatkan, menginterupsi dan memberikan informasi manakala ada perubahan dari sebuah sechedule/rutinitas, membantu melakukan pencarian. Inti dari Web 4.0. dapat mengetahui apa saja yang kita lakukan, dan dia juga bisa membantu dalam melakukan pencarian informasi, menyimpan histori pencarian, bahkan mempertemukan orang-orang yang mencari informasi yang sama.
Menurut Seth Godin dalam blognya, syarat utama teknologi Web 4.0 :

1. Ubiquity

Syarat ini dibutuhkan karena domain dari teknologi Web 4.0 adalah aktivitas  bukan hanya sekedar data, dan sebagian besar aktivitas manusia berjalan offline.
2. Identity

Karena distribusi informasi spesifik ditujukan dan didedikasikan untuk seseorang/pribadi sehingga diperlukan informasi mengenai identitas pribadi yang bersangkutan, rutinitasnya dan apa yang dibutuhkan oleh pribadi tersebut.
3. Connection

Tanpa relasi/hubungan seseorang tidak ada artinya dalam teknologi Web 4.0 karena teknologi ini dikembangkan untuk kepentingan ini (making connection.

Demikianlah postingan kali ini,semoga bermanfaat.

Referensi :
http://www.wikipedia.com
http://www.websci10.org
http://ninasuri.blogspot.com/2011/02/web-science-dan-perbedaan-versi-dari.html
http://dyahbokiil.blogspot.com/2011/02/web-science.html

Rabu, 01 Desember 2010

Dampak Perkembangan Media


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan kajuan jaman. Dan masyarakat yang modern kini menjadikan informasi sebagai ‘kebutuhan pokok’. Itulah mengapa manusia menggunakan segala cara untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Informasi merupakan hal yang sangat penting saat ini.Sumber-sumber untuk mendapatkan informasi bisa berasal dari mana saja. Baik itu lingkungan yang terdekat dengan kita seperti keluarga dan pertemanan, bisa pula melalui media-media lainnya seperti media cetak. Media cetak dalam hal ini buku, majalah, dan surat kabar memiliki peran besar dalam penyebaran informasi.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi komputer dan internet, media cetak pun terpengaruh. Menyadari pentingnya Internet, sekarang pihak penerbit media cetak juga ikut berkontribusi dalam pemberian informasi kepada masyarakat via online. Mereka biasanya mempunyai situs sendiri yang berisi berita yang terdapat juga di media yang mereka cetak. Misalnya situs majalah Seventeen, disana tersedia rubrik-rubrik yang juga terdapat di majalah versi cetak. Bahkan komunikasi tersebut bisa berjalan dua arah dengan cara para pembaca memberikan feedback berupa comment. Contoh lain adalah e-book atau electronic book, merupakan bentuk baru dari buku. Dimana bentuk dari buku telah berubah. Hal tersebut bisa didapatkan lewat internet dengan cara mengunduhnya.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, perilaku dan sikap kita dapat berubah. Misalkan kita tak perlu lagi bersusah jika ingin membeli buku tertentu. Jika dulu kita harus pergi ke toko buku atau membelinya di counter, sekarang kita dapat dengan mudah membelinya lewat situs tertentu, seperti amazon.com misalnya. Bahkan ada beberapa penerbit yang mengijinkan bukunya untuk di download secara cuma-cuma oleh masyarakat luas.

Seiring dengan berjalannya waktu, sumber-sumber informasipun tak lagi hanya melalui media cetak namun telah berkembang melalui media audio dan audio-visual. Musik, kata yang mempunyai sejarah panjang, merupakan salah satu media yang menjadi sumber informasi. Musik adalah sebuah bahasa universal yang disukai oleh orang di seluruh dunia. Perkembangan musik selanjutnya yaitu dimana radio mulai diciptakan dan diproduksi. Pada awal masa tsb, terjadi persaingan yang hebat pada penjualan phonograph karena dengan adanya radio, penjualan phonograph menjadi turun secara drastis. Namun setelahnya, radio digunakan sebagai alat sosialisasi musik terbaru sehingga didengar oleh masyarakat umum dan nantinya masyarakat umum akan membeli musik tersebut melalui vinyl dari phonograph. Sehingga dengan adanya radio, terjadilah hubungan timbal balik positif diantara keduanya.
Perkembangan selanjutnya pada media audio-visual yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi. Adalah televisi dan film media audio-visual yang sangat berkembang pesat saat ini. Informasi dan pesan yang disampaikan melalui media ini terbilang sangat efektif, sehingga media ini mendominasi dalam proses komunikasi.

Sebenarnya keberadaan teknologi informasi dan komunikasi saat ini yang memberikan dampak terhadap kebudayaan bukan saja internet tetapi interaksi yang dilakukan antara penggunanya dengan computer.Keberadaan kondisi ini yang membuat sebagian orang mengabiskan waktu di depan computer untuk menyelesaikan banyak dari pekerjaan mereka.Interaksi yang terjadi antara manusia dan computer bahkan tidak jarang melebihi interaksi antar manusia dengan manusia terlebih dari banyak kemudahan yang ada pada media-media yang ditawarkan.

Pengaruh positif dalam keberadaan media-media tersebut tentu saja banyak dimana kemajuan informasi yang mudah diperoleh mengakibatkan hampir dalam segala aspek kehidupan berkembang dalam waktu yang tidak lama.Ide-ide,informasi,gagaan,tulisan,karya atau bahan-bahan mentah yang dapat dimuat dalam media elektronik membuat hidup serba cepat,persaingan pun semakin ketat.

Pengaruh buruknya adalah kebiasaan yang banyak berubah karena kemudahan tersebut.Kebudayaan interaksiyang juga bisa didapt dalam internet,bahkan kapanpun dan dimanapun sedikit banyak memberikan dampak social.karena hubungan social tersebut dapat dilakukan tanpa tatap muka,pergeseran budaya lainnya yang terjadi adalah gaya hidup contohnya cara belanja.Hampir semua barang sekarang dapat dibeli secara online,yaitu dengan memberikan contoh gambar barang yang sebenarnya dengan menyertakan keterangan singkat.Pola hidup dan kebiasaan yang berubah ini sebenarnya bukanlah hal yang harus dikhawatirkan selama para pengguna internet dapat bijaksana menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

Senin, 29 November 2010

Curriculum Vitae


Data Diri

Nama                                       : IHSAN SULISTIO HANANTO
Jenis kelamin                            : Laki-laki
Tempat,Tanggal Lahir               : Jakarta,02 Juni 1991
Alamat                                     : Jl.Kebagusan IV No.3 Rt.011/04
                                                 Kel.Kebagusan Kec.Pasar Minggu
                                                 Jakarta Selatan 12520
Agama                                    : Islam
Kewarganegaraan                   : Indonesia

Pendidikan

1997 – 2003                            : SDN 04 (Jl.Kebagusan)
                                                  Pasar Minggu,Jakarta Selatan
2003 – 2006                            : SMPN 254 (Jl.Gandaria V)
                                                  Jagakarsa,Jakarta Selatan
2006 – 2009                            : SMA SULUH (Jl.Palapa Raya)
                                                  Pasar Minggu,Jakarta Selatan
Pengalaman Kerja

PT.CARDOLESTARI INDONESIA dengan jabatan PELAKSANA (KONTRAK) dari Juli 2010 s/d Agustus 2010

Data Mahasiswa

Nama                                       : IHSAN SULISTIO HANANTO
NPM                                       : 53409543
Fakultas                                   : Teknologi Industri
Jurusan                                     : S1-T.Informatika
Jum Semester                           : 3
Kelas                                       : 2IA07

Organisasi Kampus

2010                                        : SNAP GUNADARMA