Rabu, 13 April 2011

Perbedaan Sel Hewan dengan Tumbuhan

Perbedaan antara hewan dan tumbuhan jika ditinjau dari beberapa hal, diantaranya:
1. Germ line development (arah perkembangan gamet).
pada hewan, sel gamet dan sel somatik menyebar paling awal pada perkembangan embrionik. Pada perkembangan embrio, bayi setelah dilahirkan menyerupai induknya pada saat dewasa. Atau dapat dikatakan bayi tersebut merupakan miniatur dari hewan dewasnya. Pada saat dilahiran hewan tersebut sudah memiliki gamet jantan atau betina. Pada perkembangan sel gamet, sel gamet betina lebih sukar untuk berkembang karena sel gametnya relatif tidak aktif dan menghasilkan jumlah sel gamet yang hampir sama saat dilahirkan, atau dapat dikataan sel gamet betina jumlahnya tertentu, sedangkan pada sel gamet jantan lebih berkembang karena menghasilkan jumlah sel gamet yang jauh lebih banyak dibandingkan sel gamet betina pada saat dilahirkan. Sehingga sel gamet jantan dapat membelah terus menerus.
Pada tanaman tidak terdapat germ line pada sat proses embriogenesis dimulai. Sel gamet muncul dari sel vegetatif (somatik) yang melalui pembelahan secara terus-menerus.Germ line dimulai pada saat tumbuhan berkembang dewasa. Germ line dimulai dimulai dengan proses berbunga yang menjadi tahap awal dari reproduksi seksual.Proses pembentukan gamet pada setiap tumbuhan adalah berbeda-beda, tergantung umur dari tumbuhan tersebut.
2. Role of Gametophyte (Peran gametofit)
fase haploid (n) merupakan fase dominan pada siklus hidup tumbuhan tingkat rendah, tetapi perannya berkurang dalam siklus hidup tumbuhan tingat rendah. Pada hewan tingkat tinggi, gamet merupakan fase haploid. Pada tumbuhan tingat tinggi, fase haploid tidak sepenuhnya berkurang. Gametofit, kantung embrio, dan serbuk sari merupakan struktur haploid. walaupun gametofit mereka multiseluler. Hal terpenting yang menyangkut akibat adanya sifat haploid adalah adanya kerentanan terhadap efek dari mutasi resesif.
3. Postembrionic development (perkembangan pasca-embrionik)
Pada hewan tingkat tinggi, kebanyakan organ-organ dewasa dibentuk selama embriogenesis. Untuk contoh, embrio manusia terlihat menyerupai bentuk miniatur dari dewasanya. Pada tanaman tingkat tinggi, embrio tida memiliki organ apapun seperti yang ada pada tanaman dewasa. Embrio tumbuhan tersusun dari organ-organ (kotiledon dan sumbu) yang membangun embrio dan perkecambahan, tetapi tidak pada tumbuhan dewasa organ tumbuhan dibentuk dari meristem pucuk dan akar selama perkembangan pasca embrionik. Karena organ tanaman dapat terbentuk secara kontinu pada tahapan perkembangan pasca embrionik. Pada hewan, sifat pembentukan organ dipengaruhi oleh perkembangan selama proses embrionik sedangkan pada tumbuhan adanya sifat plestisitas pada proses adaptasi menyebabkan organ dipengaruhi oleh tekanan lingkungan.
4. Cell movement and the plane of cell division (pergerakan sel dan arah pembelahan sel)
Pada hewan, selnya tidak memiliki dinding sel ang melingkupi membrannya sehingga sel hewan lebih cenderung bergerak, arah dari pembelahan sel pada hewan umumnya dipengaruhi oleh sentriol dan mikrotubul, sehingga terlihat lebih teratur. Tanaman memiliki dinding sel yang melekatkan mereka didalam suatu tempat. Sel dan jaringan tumbuhan tidak berimgrasi selama perkembangan embrionik sebagaimana hewan lakukan. Hasilnya, perkembangan bentuk tanaman ditentukan oleh pembelahan dan perbesaran sel-sel yang tidak bergerak. Orientasi dari bidang pembelahan sel pada struktur tanaman dapat menentukan bagaimana dia tumbuh. Pembelahan secara antiklinal menghasilkan perluasan dari permukaan, sedangkan pembelahan periklinal menyebaban andanya penonjolan dari permukaan. Adanya bidang pembelahan dapat menentukan karakteristik dari jaringan, sebagai contoh : jaringan epidermal terjadi melalui pembelahan antiklinal, dan begitu juga perluasan lapisan sel tunggal untuk menutupi permukaan organ atau struktur lain, sedangkan pada akar lateral perkembangannya diinisiasi oleh pembelahan periklinal pada lapisan perisikel dari sel-sel akar primer.
5. Regulation and totipotency
Tanaman, tetapi tidak kebanyakan hewan, memiliki kapaitas luar biasa untuk regenerasi dari bagian tipe vegetatif. Beberapa bagian terdiferensiasi dari tanaman, misalnya: organ tanaman, jaringan, dan sel memiliki kapasitas mereka untuk beregenerasi. Pada kultur jaringanm tanaman dapat diregenerasian dari sel tidak berdiferensiasi melalui 2 rute yang berbeda, yaitu dengan organogenesis atau dengan embryogenesis somatik. Pada organogenesis, organ terbentuk tanpa perkembangan embrionik. Dalam embrogenesi somatik, jaringan meregenerasi dengan mengulangi langkah yang terdapat pada perkembangan embrionik.
6. Variety of organs and cell types (variasi organ dan tipe sel).
Hewan tingkat tinggi memiliki organ dan tipe sel yang lebih bermacam dibandingkan tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan, memproduksi organ-organ tertentu, seperti daun, dalam jumlah dan variasi yang besar. Embrio dari golongan dikotil hanya memiliki empat organ: epikotil atau plumula (sumbu embrionik dibawah kotiledon), kotiledon, hipokotil (sumbu embrionik di bawah kotiledon, tetapi di atas radikula), dan radikula (embrionik akar). Tanaman dewasa bisa dibangun oleh hanya tiga organ-organ vegetatif- daun, batang, dan akar. Bunga memiliki empat organ- sepal, petal, stamen, dan pistilum. Organ lainnya dibentuk selama periode perkembangan spesifik, seperti pada buah (ovarium yang matang).
sebagai akibat dari jumlah organ yang sedikit, tumbuhan tingkat tinggi memiliki sedikit tipe sel daripada hewan tingkat tinggi. Lyndon (1990) telah mendaftar hanya 40 tipe sel di dalam tumbuhan, dimana ratusan tipe sel telah ditemukan pada hewan. Pada hewan, organ-organ sering memberikan kesan identitas khusus pada sel-sel mereka. Untuk contoh, sel-sel dasar dari hati dalam hewan adalah tipe sel yang jelas; hepatosit. Pada tumbuhan, hanya ada sedikit organ, dan organ tidak selalu menberikan karakter khusus tipe sel-selnya.
7. Intercellular Communication (komunikasi antarsel)
Fakta bahwa sel tumbuhan dipisahkan oleh dinding sel. Sel tumbuhan saling dihubungkan oleh jembatan oleh jembatan sitoplasma yang dinamakan plasmodesmata. Plasmodesmata memiliki saluran efektif dengan diameter kira-kira 3 nm yang memperbolehkan aliran dari metabolit-metabolit kecil, ion-ion, dan pensinyalan molekul kira-kira 1000 MW atau kurang. Pada bagian tertentu pada tanaman, sel-sel dapat dengan baik dihubungkan yang mereka berperan sebagai syncytium. Banyak molekul-molekul kecil, seperti sukrosa, aliran di dalam “symplasm” dari sel ke sel. Tipe sel beragam pada jumlah plasmodesmata, dan ini menjadi masalah dalam pemetaan jalur dari nutrient dan metabolit ke dalam dan luar dari vasculature dimana bahan ini sering melewati banyak tipe sel berbeda.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar